Selasa, 19 Februari 2013

Islamnya Umar bin khattab

umar bin khattab...

Siapa pula yg tdk tau bukan?
Saya ingin punya hati yang keras teguh sperti umar
Tegas,entah bgaimana gurat kebijaksanaan di muka beliau
kita tentunya ingin bertemu beliau kan?

Ah ,wlau kita semuanya mungkin sudah tau critanya
Tapi ,setidaknya kita saling mengingatkan lah.

Ah lanjut aja ya
Langkah pastinya, gurat kerasnya,bagaimana pula kalau ada yang berurusan dengan beliau ketika kafir,tak pandang bulu siapa yang akan di hadapi
Yup ,ia hendak membunuh Rosulullah
Dengan pedang tehunus pula

Entah apa isi hatinya pada saat itu,Yg jelas tak ada kraguan ketika itu mar

Mungkn orng di zaman mreka akan mengira dgn itu islam sudah di ambang kehancuran bukan?

Gak sh brbasa basi...
Di tngah perjalanan dy brtmu dgn Nu'aim bin Abdullah
dalam percakapannya ,beliau di beri tahu bahwa adiknya telah masuk islam.
celaka semua urusan ini.
apa yang ingin akan dilakukan umar kepada adiknya
sesamapainya di rumah umar sempat mendengar bacaan khabab bin art dihadapan fatimah dan suaminya.

“apa suara bisik-bisik yang sempat kudengar dari kalian tadi?”

Hanya sekedar obrolan diantara kami,” jawab keduanya.

“kupikir kalian sudah keluar dari agama” kata Umar.

“wahai Umar,” kata adik Iparnya,” apa pemdapatmu jika kebenaran ada dalam agama selain agamamu?”

Seketika Umar melompat kearah adik Iparnya dan menginjaknya keras-keras. Adiknya mendekat untuk menolong suaminya dan mengangkat badanya. Namun Umar menampar fathimah hingga wajahnya berdarah.

Celaka urusan ini.

“wahai Umar,”kata fathimah dengan keras, “jika memang kebenaran ada di selain agamamu, maka bersaksilah bahwa tiada Ilah selain Allah dan bersaksilah bahwa Muhammad itu adalah Rasul Allah.”

Umar pun merasa malu dan bersalah membuat adiknya berdarah seperti itu

“berikan al-Kitab yang tadi kalian baca!” kata Umar

Adiknya menjawab,” engkau adalah najis. Al-Kitab Ini tidak boleh disentuh kecuali orang-orang yang suci. Bangunlah dan mandilah jika mau!”

Maka Umar mandi, setelah itu memegangi suhuf tersebut, Dia mulai membaca isinya, “Bismillahir-Rahmani-Rahim.” Lalu dia berkata,” nama-nama yang bagus dan suci. “kemudian ia membaca, Thaha, “ hingga berhenti pada firman Allah

“sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tiada Ilah selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku.” (Thaha: 14)

Hatinya pun meleleh.
Akhirnya ia pergi ke rumah arqam bin abi arqam dan menyatakan keislamannya.

Baru saja umar hendak membunuh Nabi muhammad,Subhanallah zat yang maha pembolak balik hati
Allah yang maha mengetahui ,sungguh hebat bagaimana Allah membuat skenario keislaman umar bin khattab R.A
mungkin tanpa ke"celakaan"an-ke"celakaan" dalam cerita tadi apa jadinya islam tanpa campur tangan sekarang bukan???

"Sekeras-kerasnya batu kalau ditetesi air secara terus-menerus, maka lama-kelamaan batu itu akan berlubang juga"

"yang tidak akan berubah adalah perubahan itu sendiri"

0 komentar:

Poskan Komentar

 
;