Kamis, 18 Agustus 2016

71 Tahun Indonesiaku


Pin Tauhid Laskar Hizbullah (Sumber : Islamedia / Musium KNIL Belanda)

“Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur…”
Alinea ke 3 UUD 1945

Adalah salah satu kutipan yang tidak bisa diubah oleh siapapun selama negara ini berdiri. Tak ada yang berhak mengganti eksistensi islam dalam berdirinya negeri ini. Perlu diketahui, Undang-Undang Dasar 1945 bersifat pakem, tidak ada yang mengubahnya yang berarti sama dengan membubarkan negara ini, yang berarti mengganti ideologi dan jati diri negeri ini. Tiga belas kalimat diatas perlu di pahami, dimana Ulama Indonesia pada zaman kemerdekaan ingin menyampaikan pesan bahwa, negeri ini berdiri atas Rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan di buktikan dengan ikhtiar-ikhtiar luhur pendahulu negeri ini. Yang sekali lagi, siapapun tidak bisa merubah kalimat tersebut, satu katapun, selama negari ini berdiri.

                Kita, sebagai kaum muslimin harusnya bersyukur karena kalimat tersebut tidak dicoret seperti halnya tujuh kata dari Djakarta Charter, atas lapang dada dan legowo nya jiwa para ulama di zaman kemerdekaan. Namun sangat di sayangkan, atas ke ”lapang dada” an ulama muslim zaman kemerdekaan, malah di multi tafsirkan oleh kaum sekuler untuk mengurangi hak konstitusi kaum muslimin itu sendiri. Namun dengan adanya kutipan alinea ke tiga dari UUD 1945 tersebut. Memberikan asa dalam sejarah indonesia. Dimana eksistensi islam masih melekat dalam jati diri bangsa ini. Menjadi contoh tekstual yang kuat yang tidak mudah untuk di multi tafsirkan oleh orang-orang sekuler yang berusaha menjauhkan islam dalam sejarah bangsa indonesia.

                Sepak terjang perjuangan indonesia tidak bisa dipungkiri dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Mulai dari Sultan Baabullah yang mengusir portugis dari ternate dengan senjatanya panah api beracun, Adipati Unus yang mengerahkan armada kapalnya, mengarungi lautan indonesia demi mengusir portugis dari malaka, Pattimura yang sejarahnya dibelokkan sebagai pemeluk nasrani, hingga resolusi jihad oleh ulama jawa timur untuk melawan penjajah pada 10 November 1945 di surabaya. Semuanya terangkum dalam sejarah emas indonesia.

 Masih banyak lagi pejuang islam yang menorehkan sejarahnya mengusir penjajah, dan mungkin tak terkenal di buku-buku pelajaran di kurikulum pendidikan sejarah. Maka itu kita sebagai kaum muslim patut berbangga dengan perjuangan para rois yang ulama pendahulu kita, serta mengorek pengaruh islam terhadap kemerdekaan indonesia. Muhammad Natsir, seperti yang disampaikan dalam orasi ilmiah Dr. Adian Husaini di Masjid Al Furqon di Jakarta pada tahun 2009, menyampaikan terdapat tiga tantangan dakwah di Indonesia. Ada tiga hal yang perlu di waspadai. Yang pertama adalah pemurtadan, yang kedua adalah sekulerisasi, dan yang terakhir adalah nativisasi.

Pemurtadan di Indonesia sangatlah gencar, sudah bukan rahasia umum bahwa indonesia sudah mengalami krisis pemurtadan. Pemurtadan terselubung tersebut mengincar kalangan yang menengah kebawah. Tentu kita tidak bisa diam begitu saja, mulai dari hal kecil, membantu saudara terdekat terlebih dahulu secara materi maupun aqidah. Karena, kaum muslimin pun juga harus mengintrospeksi, dengan kepeka an sosial dengan membantu saudara seiman agar tidak terjerumus dalam jurang pemurtadan. Tetapi juga tegas kepada orang-orang non muslim yang menyebarkan agama mereka kepada saudara-saudara seiman yang dimainkan aqidahnya begitu saja.

Masalah kedua adalah tentang sekulerisasi. Sekulerisasi merupakan paham dimana agama dan negara harus terpisahkan satu sama lain. Kita sebagai seorang muslim hendaknya tidak meng iya kan sekulerisasi. Karena pada dasarnya, Allah mengutus Rasulullah untuk dijadikan contoh yang real. Dimana setiap sunnah yang di terapkan rosulullah perlu dijadikan panutan bagi setiap muslim. Mulai dari contoh yang kecil seperti memasuki kamar mandi, hingga contoh yang besar seperti bernegara, semuanya diatur dalam Al Qur’an dan As Sunnah, kita sepatutnya sebagai seorang muslim tidak memisahkan keduanya (red - agama dan negara).

Yang ketiga dan yang masih menyambung dengan bahasan kita di awal, yaitu nativisasi. Sedikit belajar tentang Nativisasi, nativisasi adalah usaha-usaha untuk mengembalikan pemikiran-pemikiran orang Indonesia, kepada sesuatu yang di anggap ‘native’ atau ‘asli’. Orang-orang liberal menjadikan paham ini untuk menyerang paham islam yang sudah mengakar pada sebuah daerah di Indonesia. Sehingga paham islam yang secara sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat tercerabut begitu saja di kalangan masyarakat. Paham ini menghilangkan nilai-nilai islam di Indonesia dan membawa masyarakat menjadi primitif jauh kebelakang.

Dalam momen 17 agustus ini, banyak hikmah yang bisa kita petik, dimana islam dan jiwa nasionalis dalam islam itu sendiri tidak bisa dipisahkan. Mendengar Bung Tomo melontarkan takbir dalam akhir orasinya, maka tak bisa dipungkiri bahwa nasionalisme melekat pada nilai-nilai islam, ketika kita melihat sejarah islam yang penuh peluh dan darah dalam perjuangannya, maka akan sayang sekali, jati diri islam yang diturunkan oleh pejuang islam pada masa kemerdekaan hilang begitu saja. Kita perlu menyadarinya sebagai seorang muslim, yang memiliki kewajiban untuk menyampaikan syiar ulama terdahulu. Menjadikan Islam tumbuh subur di Indonesia, seperti yang diharapkan para ulama. 

“Untuk menghancurkan suatu bangsa / negara, maka hancurkan ingatan (sejarah) generasi mudanya!”
Asep Kambali

Yuk belajar sejarah kita sendiri, belajar sejarah Islam di Indonesia


01:18
18 agustus 2016
Dirgahayu Indonesiaku

Abdurahman Al Faruq
Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Brawijaya
 

Kamis, 11 Agustus 2016

Witing Tresno Jalaran Soko?





Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai- Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.
(QS Al Ma’idah 5 : 54)

Sebelumnya saya buka dulu dengan ayat diatas, karena kenyataannya, banyak hal yang perlu kita renungi dari ayat tersebut. Mungkin dalam kehidupan sehari-hari banyak kita menemukan fenomena, dimana antar harokah atau pergerakan yang saling menyudutkan, saling beradu hujjah yang tidak ada habisnya, bahkan bermusuhan hanya karena berbeda dalam salah suatu pedapat , padahal dalam kenyataannya mereka sesama muslim, sesama saudara nya, yang memiliki satu tujuan, yaitu mensyi’arkan islam ke penjuru bumi.

                Sedangkan, ketika kita berhadapan dengan orang yang non muslim malah kita memberikan sikap yang sebaliknya. Memberi pembenaran dalam berbagai aspek. Memberi pembenaran boleh saja, malah islam mengharuskan bersikap adil kepada non muslim sekali pun, tapi ketika sudah masuk dalam ranah yang tak bisa ditolerir, kita wajib tegas kepada mereka (baca : Non Muslim). Atas dasar pluralisme, toleransi serta relativisme, sebagian orang membela mati-matian terhadap non muslim atau boleh dibilang kepada orang kafir. Sebagai contohnya adalah pembenaran terhadap LGBT, pembenaran atas semua agama adalah sebuah kebenaran, dan lain sebagainya.

                Hal tersebut tentunya kontras dengan apa yang diperintahkan Allah dalam QS Al Maidah ayat 54 diatas. Hendaknya ketika kita bertemu dengan saudara kita sesama muslim. Minimal memberikan senyuman yang tulus. Memulai untuk mengucapkan salam ketika bertemu, walaupun saudara kita berbeda dalam harokah atau pergerakannya.

                Lha wong dalam kenyataannya, ketika sudah mendengar kabar tentang saudaranya berbeda harokah, sudah muncul feel atau dzon yang buruk satu sama lain. Padahal belum bertemu satu sama lain. Bandingkan ketika bertemu sudah memberikan salam terlebih dahulu. Memberikan senyuman yang tulus, lalu kemudian disusul dengan tawaran makan bersama, njajakne. Ketika semuanya berjalan baik maka akan terjadi diskusi didalamnya. Boleh berbeda pendapat, tapi kembali ke ayat tadi, bersikap lemah lembut terhadap sesamanya, maka akan terjalin diskusi yang sehat antara satu sama lain.
                Tentu saja hal tersebut sangat indah ketika bisa terealisasi. Dengan memulai hal kecil tersebut, akan tercipta kerukunan dalam berharokah. Hingga pada suatu saat dan bahkan sudah terealisasi akan terjadi suatu sinergi dalam harokah satu dan yang lainnya. Maka akan ada mimpi dimana ketika saudara muslim di  Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia misalkan meminta perlindungan di parlemen kepada Partai Keadilan Sejahtera, maka akan di cover antar jamaah. Pun sebaliknya, Ketika Partai Keadilan Sejahtera tertimpa musibah tekanan dari media. Pers, atau media cetak maupun elektronik dari Hidayatullah milik Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia akan memberikan berita yang menjadi cover bagi jamaah lainnya. Begitu pula kawan Muhammadiyah yang memberikan perlindungan dalam kasus siyono tempo waktu yang lalu. Yang akhirnya memberikan pelajaran penting untuk negeri ini. Semuanya dimulai dengan hal kecil tersebut. Senyum, salam dan njajakne.

Oh Ya, bicara njajakne, selalu ada hal yang bisa kita bicarakan tentang makanan. Makanan menjadi sesuatu yang vital dalam pertemuan. Setiap bertamu, tidak ahsan rasanya ketika tak ada suguhan dalam penyambutannya. Ketika berkunjung di tempat jauh, makanan selalu jadi oleh-oleh untuk dibawa pulang. Bahkan ketika kita mukhoyyam, salah satu momen yang di kenang adalah ketika kita sedang masak bersama. Itulah makanan, tak hanya menjadi suplier untuk menguatkan fisik, lebih dari itu, ia menguatkan ukhuwwah diantara al akh.

 Benar kok, makanan menjadi wasilah yang tepat untuk menguatkan ukhuwah antara sesama saudara. Ketika kita liqo misalnya, makanan menjadi unsur yang penting didalamnya. Dalam hal lain seperti ketika ramadhan, maka tak ahsan kalo ndak ada buka bersama di rangkaian ramadhan kita.

Yah, bener juga ya apa yang disampaikan Ust Felix Siauw
“Witin Tresno Jalaran Soko Kuliner”
Hehe..

Yuk Rekatin Ukhuwah antar sesama
#IslamBersatu #RekatinUkhuwah

02:18
Boyolali 11-8-2016
Inspirasi setelah Liqo

Rabu, 06 April 2016

Dinamika Konflik

https://ukmiunwidhaklaten.wordpress.com/2013/01/26/syuro-adalah-salah-satu-bukti-kemuliaan-islam/
Aku :Ust Nendy, kita menghadapi prahara partai itu percaya DPP atau konferensi Pers nya Ust Fahri?

Ust Nendy :Yang resmi saja mas, pake prinsip Islami, taati Allah, Rasul dan Amir mu. Sudah ada majelisnya. Bukan Pribadi-pribadi.

Aku :Ohh Ya Ust, Syukran Jazakumullah

Ust Nendy :Mari Ingat cerita Khalid bin Walid, Jaga asas-asas berjamaah. Dalam jamaah kita minhaj, sistem, aturan dan lain sebagainya. Ana juga kehilangan Fahri, Tapi fahri sedang khilaf, dan menganggap remeh sdm yang lain termasuk qiyadah.
Maka beliau harus diluruskan. Kita tunggu fahri-fahri berikutnya, antum dkk(Jleb!)

Ust Nendy :Sudah pernah terjadi sebelumnya, dan yang bertahan tetaplah jamaah dan sistemnya, InsyaAllah tangan Allah bersama jamaah. YADULLAH ALA JAMAI. Kalo ada dinamika gini, baca lagi prinsip-prinsip dakwah, Fiqih Dakwah dlsb. InsyaAllah mantap di hati.

Dalam hati:Selalu saja memberikan jawaban yang kubutuhkan bahkan lebih.

Senin, 14 Maret 2016

LOVE

Lebaran tahun 2013
 Lebaran tahun 2014


bila kuingat siapa yang selalu di sini..
memahami semua egoku..
hanya mereka yang bisa..

bila kuingat siapa yang selalu kulupa..
namun tak pernah lupakanku..
hanya mereka yang bisa..
yang memberi cinta tanpa kata..

-Edcoustic-

Special moment, setahun sekali
Hanya ada satu moment kumpul lengkap sekeluarga

Minggu, 13 Maret 2016

...



Entah kenapa hari ini capek sekali, setelah menunaikan shalat magrib, aku merebahkan tubuh ini ke kasur, tak terasa aku tertidur. Lalu pada pukul 9 aku terbangun,sholat isya lalu mencari makan untuk mengganjal perut. Dalam persinggahan di nasi goreng pinggir jalan, aku memikirkan sesuatu.  Sebelum aku singgah di malang untuk kuliah di UB, aku sempat menonton tayangan TV tentang malang. Semuanya di gambarkan sebagai kota yang indah, penuh anak muda dan menggambarkan sebagai kota pelajar ke dua setelah kota jogja. Tak ayal disebut seperti itu, karena di dalamnya terdapat kampus-kampus besar yang menjadi rujukan, di dalamnya ada Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang(UM), UIN Maulana Malik Ibrahim, dan juga Universitas Muhammadiyah Malang, serta Politeknik Negeri dan Kampus-kampus lainnya.

Beda dengan malam minggu orang lain. Malam minggu ku hanya berisi makan nasi goreng, dan menulis blog. Itupun ketiduran terlebih dahulu ba’da magribnya. Kembali ke pembahasan tadi, setelah menonton tayangan tersebut, tak ada dalam pikiranku untuk merangkai masa depanku di malang. Tak ada dalam pikiranku mengunjungi kampus biru perjuangan dalam peta hidupku. Semuanya mengalir begitu saja, aku mengikhtiarkan sesuatu dan Allah memberikan hasil yang terbaik. Bukan yang terbaik ketika aku merencanakan masuk UNS dan menjadi barisan JN UKMI. Karena aku telah menemukan keluarga baru, keluarga UAKI UB. Bukan yang terbaik ketika aku melanjutkan jawa tengah menjadi tempat singgah ku setelah belasan tahun. Tapi jawa timur akan memberikan kejutan kepada ku. Seperti halnya kegagalanku masuk SMP Negeri Allah memberikan ku hadiah yang tak kusangka.

                Mungkin disini tidak ada Fornusa, disini tidak ada Nuris maupun NH, disini tidak ada asatidz Smp maupun Sma yang bisa kujadikan tempat pulang. Tidak ada kawan seperjuangan yang bertahun-tahun menemani kehidupanku. Semuanya baru, dan yang baru pasti memberikan kesan baru, memberikan kejutan yang tidak di sangka-sangka dalam kehidupanku kelak. Tinggal berikhtiar, luruskan niat untuk Nya lalu semuanya akan tergariskan sesuai rencana indahnya. Betapa indahnya rencana Allah selama ini


Malang, 12 Maret 2016
Aksara yang menemani ku terjaga. 23:58

Senin, 29 Februari 2016

Ukhuwah dan Perjuangan



Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. 
(QS As Shaf : 4)


Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Salah seorang dari sahabat Nabi shallallahu’alaihi wa sallam diberi hadiah kepala kambing, dia lalu berkata, “Sesungguhnya fulan dan keluarganya lebih membutuhkan ini daripada kita.”

Ibnu Umar mengatakan, “Maka ia kirimkan hadiah tersebut kepada yang lain, dan secara terus menerus hadiah itu dikirimkan dari satu orang kepada yang lain hingga berputar sampai tujuh rumah, dan akhirnya kembali kepada orang yang pertama kali memberikan.” 
(Riwayat al Baihaqi dalam asy Syu’ab 3/259)


Dalam kehidupan Islam, Ukhuwah dan Perjuangan tak bisa dipisahkan satu sama lain. Keduanya merupakan sumber kekuatan dan kebahagiaan dalam diri muslim sejati. Maka bersyukurlah muslim yang di besarkan dalam lingkungan yang penuh nuansa dakwah sedari kecilnya.  

Selalu saja ada kisah - kisah hebat tentang ukhuwah, tentang perjuangan. semuanya terangkum menjadi satu dalam simpul islam. Dari zaman Rasulullah hingga sekarang,hingga diwariskan kepada orang-orang yang setia mengikutinya.

Kita tentu tak akan melupakan bagaimana puncak dari arkanul ukhuwah yang di lakukan oleh Ikrimah bin Abu Jahal. Salah satu sahabat yang sebelum islamnya, menjadi salah satu penentang islam yang paling keras. Dalam pertempuran Yarmuk yang dipimpin oleh Khalid bin Walid, Ikrimah menjadi salah satu mesin tempur yang di takuti kaum romawi. Peringatan yang di lakukan oleh khalid pun tidak di gubris oleh Ikrimah. 

Katanya "Biarkan saja, ya Khalid. Biarkan aku menebus dosa-dosaku yang telah lalu. Aku telah memerangi Rasulullah di beberapa medan peperangan. Pantaskah setelah masuk Islam, aku lari dari tentara Romawi ini? Tidak, sesekali tidak!"

Dan kisah heroik terjadi dalam pertempuran itu. Tiga Mujahid terkapar dalam keadaan kritis. Orang pertama bernama Al Harist, yang kedua Ikrimah dan yang terakhir adalah ayyash bin abi rabi'ah. Ketika minum di dekatkan ke mulut Al Harist, Al Harist melihat Ikrimah dalam keadaan yang sama kritisnya, ia meminta diberikan airnya kepada ikrimah. Namun ketika minum air tersebut didekatkan ke ikrimah. Ikrimah meminta air tersebut diberikan kepada ayyash, bahkan dalam keadaan kritis tersebut, mereka tak ada yang memikirkan dirinya sendiri, mereka hanya memikirkan nasib saudaranya. dan kisah berakhir ketika air sampai di mulut ayyash, ayyash telah syahid. ketika kembali kembali ke 2 sahabat sebelumnya, semuanya telah menemui kematian terbaiknya. Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam, dari Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Tidak beriman salah seorang di antara kamu hingga dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri. (Riwayat Bukhari dan Muslim) 

Pertempuran Qadisiyyah, juga menjadi saksi betapa ukhuwah demi perjuangan menyajikan kisah heroik para pendahulu. Pasukan yang dipimpin oleh Sa'ad bin Abi Waqosh bejumlah 30.000 dihadang oleh sungai Tigris yang sedang meluap. Tak hanya itu, di seberang sungai di hadapkan 150.000 pasukan Persia. Waktu itu, pasukan muslimin dihadapkan oleh dilema besar. Menunggu musuh datang ataukan dengan cara apapun melewati sungai tigris yang sedang meluap tersebut. Lalu sang pasukan pun berbicara pada Sa'ad.

"Wahai Amir, kita akan menuju mereka. Sebab kita membawa futuhat yang mereka perlukan, bukan kita yang menanti mereka"


Maka sungai tigris menjadi saksi sebuah kekuatan ukhuwah. Dimana mereka, 30.000 pasukan bergandengan tangan tangan. menyebrangi sungai tigris yang sedang meluap, tidak ada satupun pasukan yang hanyut tebawa arus. Semuanya sampai tujuan, hanya ada satu baskom yang jatuh, dan hebatnya 30.000 pasukan tersebut rela mengobok-obok sungai tigris demi baskom saudaranya yang terjatuh. MasyaAllah.

Banyak sekali Ibroh yang bisa diambil dari siroh Nabi dan Shahabah. Semuanya memberikan contoh ideal bagaimana kita saling menjalani kehidupan, bagaimana kita bersosial, dengan saudara kita, dengan semua elemen.


Yup seperti itulah.

Akhir guratan.

Dalam dekapan ukhuwah, kita mengambil cinta dari langit. Lalu menebarkannya di bumi. Sungguh di surga, menara-menara cahaya menjulang untuk hati yang saling mencinta. 
- Salim A Fillah



Jumat, 29 Januari 2016

Hujan


    Musim penghujan selalu saja istimewa, ia membasahi tanah, menyuburkan tanaman dan melepas dehaga setelah lepas kemarau. Hujan selalu istimewa, ia selalu saja menyesuaikan keadaan, hujan mengikat bahagia menjadi semakin berarti, mengikat kesedihan menjadi semakin sendu. Selain itu, hujan mengikat rindu menjadi semakin membuncah. Dan sayangnya, aku dalam posisi itu, aku sedang merindu.

     Saat ini, hujan mewarnai rinduku. Ia mengingatkanku pada masa-masa terdahulu. Waktu kecil, aku selalu dimarahi karena mengotori lantai rumah seusai hujan-hujanan diluar. Hujan juga mengingatkan ku, ketika aku sendirian di sekolah, karena ummi lama menjemputku. Waktu itu hujanlah yang menemaniku, mewarnai hingga ia berarti sampai saat ini. kamu tau? hujan mengingatkanku kenapa ummi yang rela menjadi dua, antara dakwah dan anaknya. dari situlah aku mengerti urgensi tarbiyah.

     Hujan selalu istimewa. Ia mengingatkanku dengan sepakbola becek di masa SMP. Ia menemani keseruan kami, santri-santri dari berbagai penjuru nusantara dalam mewarnai harinya. Hujan mengingatkanku tentang masa-masa kritisku di SMA, ia adalah penghias perjalanan Wisma-Sekolah. Tak lupa, hujan juga masa perjuangan ku merintis 'dakwah' di ranah rohis, tepatnya dalam Musyawarah Wilayah II Forum Rohis Nusantara Jawa Tengah. Ketika itu hujan menjadi saksi, saksi sendunya kondisi dan konflik yang ada didalamnya , bahkan hujan menjadi  pelaku yang menyebabkan HP ku drop. XD

     Hujan, darinya kesabaran. Ia memancar pada saat getir di penghujung kemarau. Hujan, ia konsisten. Ia membasahi bumi pada waktu yang dinanti dengan setiap musimnya. ia memberi arti bagi yang bersyukur, tapi mengganjal hati bagi jiwa yang bakhil atas nikmat-Nya. Hujan, Ia adalah keajaiban Allah bagi yang mau berfikir, tapi menjadi angin lalu bagi kebanyakan orang. Kadang ia deras lalu reda begitu saja, kadang ia hanya datang dengan bulir-bulir kecilnya. Namun, tak jarang ia deras tanpa "ba-bi-bu". Tapi urgensinya, diluar kemampuan kita menebak-nebak, selalu banyak kejutan dan hikmah didalamnya. Diluar semuanya, hujan selalu istimewa tak tergantikan, walaupun oleh salju, atau guguran daun diluar sana. Aku tak butuh itu semua karena ada kisah yang tak tergantikan, karena hujan ada kisah ku didalamnya.
             
      Malang - Boyolali
      28 Agustus 2015 -- 28 Januari 2016
      Dalam Udara dingin tanpa hujan tepat 5 bulan

Selasa, 08 September 2015

Tiga Warna Beda Kisah (Biru,Hijau dan Jingga)


    It’s strange, it’s a new, new world
It’s loud, it’s a hectic worldAnd I miss my home, I miss myselfAnd I miss You(Nadia Fatira -A New World)
6 Tahun yang lalu
Aku bahkan tidak ikhlas menerima apa yang terjadi. SMP 2 Boyolali aku tidak di terima. Akhirnya  aku berbelok haluan, mengikuti jejak kakak ku yang melanjutkan di sekolah dengan basis asrama. SMP IT Nurul Islam namanya. "Pondok" yang berada di kaki gunung merbabu, yang tidak akan aku lupakan setiap detil tanahnya. Tak hanya itu, tempat itu adalah rumah ke dua dalam hidupku. Aku bersyukur tersesat di tempat yang tepat. Tempat dimana aku memandang berbeda hidup ini. Itulah SMP IT Nurul Islam, Pada awalnya memang berat. Tapi Allah hadiahkan hal yang luar biasa pada akhirnya. Pelangi setelah derasnya hujan :) .
3 Tahun yang lalu
Aku memutuskan untuk melanjutkan di sekolah terbaik di dunia. SMA IT Nur Hidayah. Aku menyadari kenapa aku hidup. Menyadari realita kehidupan sesungguhnya, yang menjadi bekal di jenjang berikutnya. Dapat bertemu dengan manusia terikhlas dengan totalitas tanpa batas dalam menjalani hidupnya. Ust Ihsan & Ust Nendy. Syukron Jazakumullah,saya akhirnya jadi mahasiswa,berkat 
Mungkin, ada banyak yang aku dapatkan seandainya aku nggak disini,tapi menurutku akan jauh jauh lebih banyak yang tidak aku dapatkan seandainya aku nggak disini(Mbak Mughnifia tentang SMA IT Nur Hidayah)
Ya, akhirnya SMA IT Nur Hidayah yang menjembatani ku menuju dunia yang sesungguhnya,dengan seluk beluk permasalahan yang melanda,dan segala konflik yang melintas. Aku sadar,aku telah mencintai kartasura dan isinya, karena ada 1 faktor. SMA IT Nur Hidayah dengan segala yang ada di dalam nya.
1 bulan yang lalu
Allah hadiahkan sesuatu yang tak ku kira. 1 agustus, hari yang tak pernah ku lupakan. Aku di terima di Universitas Brawijaya. Dengan melewati proses panjang dan menyayat hati. Di mulai dari tidak di terimanya aku di jalur SNMPTN, aku masih bisa menerimanya. Lalu pukulan berat ketika aku tak lolos di jalur SBMPTN, aku harus merelakan Unpad untuk menjadi tempat singgahku. Allah memberi sinyal lain ketika Jalur UM UNS belum menerima ku. Hal tersebut menjadi pukulan yang sangat berat. Kenapa? karena semenjak SMP, semenjak melihat kemegahan JN UKMI, Masjid Nurul Huda yang megah, untuk pertama kali,aku telah memimpikan untuk menjadi slah satu di barisan tersebut. Kekecewaan ku masih belum usai, ketika pengumuman Simak UI aku dinyatakan tidak lolos. Tapi aku yakin Allah tau yang terbaik.
 Aku akhirnya di terima di malang. Entah kejutan apa yang akan Allah berikan padaku,aku tetap berkhusnudzon dan berusaha melewati titik kritis ini. Yah yang penting niatkan hanya pada Nya.
Saatnya memulai hidup baru
Masuk kuliah dulu. di kampus jingga FISIP Universitas Brawijaya  


Minggu, 22 Februari 2015

Sosok Inspirasi

Sabarlah wahai saudaraku
Tuk menggapai cita
Jalan yang kau tempuh sangat panjang
Tak sekedar bongkah batu karang 

Yakinlah wahai saudaraku

Kemenangan kan menjelang
Walau tak kita hadapi masanya
Tetaplah al-Haq pasti menang

Tanam di hati benih iman sejati

Berpadu dengan jiwa Rabbani
Tempa jasadmu jadi pahlawan sejati
Tuk tegakkan kalimat Ilahi

Pancang tekadmu jangan mudah mengeluh

Pastikan azzam-mu smakin meninggi
Kejayaan Islam bukanlah sekedar mimpi
Namun janji Allah yang Haq dan pasti..

-Izzatul Islam- Jalan Juang


        Lirik diatas adalah kenangan pertama yang saya rekam tentang sosoknya. Ia menyanyikan nasheed tersebut ketika memberikan materi kebangkitan Islam dalam MOS dahulu. Ia sosok sederhana tapi penuh makna. Sosok murni penuh inspirasi. Sosok misterius yang punya harapan ambisius. Terhadap anak muda,bangsa indonesia maupun peradaban dunia. Retorikanya berisi serta penuh inspirasi dan yang tidak bisa kulupakan,ia yang membuatku bertahan sampai sekarang.

        Rosnendya Yudha Wiguna namanya. Ia biasa di panggil ustadz Nendy, Guru Sejarah dan Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah saya, SMA IT Nur Hidayah. Sosoknya yang apa adanya dan pandai dalam berkata-kata membuat dirinya di segani di Lingkungan sekolah maupun luar sekolah. Pernah suatu ketika, Saya pulang di bonceng beliau. Dijalan beliau menyapa siapa saja yang ia jumpai, sampai-sampai penjual HIK di jalan pun ia tau namanya siapa. "Ini namanya Ma'rifatul Medan Faruq" Begitu katanya.

        "Kerajaan-kerajaan Islam adalah pewaris sah kerajaan Hindu Budha di Nusantara dan Indonesia adalah pewaris sah dari kerajaan-kerajaan islam tersebut" 

        Jelas beliau ketika memberikan materi  kerajaan islam Nusantara. Aku hanya melongo mendengar penjelasan tersebut. Maka Nasionalisme itu muncul di hati, yang sebelumnya hanya membaca sejarah keislaman mulailah diri ini mempelajari makna Pancasila yang Tauhidi,sosok hebat Buya Hamka,KH Agus Salim, M Natsir dan sosok-sosok menginspirasi lainnya.

         Ia menginspirasiku dari berbagai sisi. Membuka wawasan yang sebelumnya sengaja ku tutup untuk masuk dalam kepala. Ia guru tak tergantikan,teman diskusi paling mengasyikan dan wali kelas yang paling kubanggakan. Ust Nendy Syukron Jazakumullah Khoiron. Ngapunten saya ndak bisa mengungkapkan langsung dan kalau suatu saat njenengan baca tulisan saya ini, saya mengucapkan

Uhibbukum Fillah. :)



Selasa, 03 Februari 2015

Tragedi Superga dan Kekuasaan Allah "Sebuah Generasi Emas Sepak Bola yang Terputus"

       Asing dengan nama Cirro Immobile? Immobile adalah pemain sepak bola, yang pada pertengahan tahun 2014 lalu, melakukan transfer dari klub italia Torino ke Borrusia Dortmund. Bagi para penggemar bola tentunya tak asing nama tersebut. Cakep wajahnya, maennya juga cakep, apalagi dari 33 apps dia telah menceploskan 22 goal bagi torino sehingga menjadi top skor serie A pada musim itu.

      Menjadi kebanggaan tersendiri menjadi bintang Serie A. Sehingga membuat klub jerman -Borrusia Dortmund kepincut untuk mendapatkan jasa pemain tersebut. Tapi sayangnya kita tidak akan membicarakan sosok Cirro Imobille ataupun klubnya sekarang yaitu Borrusia Dortmund. Lebih dari itu, kita akan mengambil ibroh dari kejadian yang dialami oleh klub Cirro Immobile sebelumnya. Yaitu Torino :)

     Torino, sebuah klub papan tengah liga italia atau Serie A. Klub tersebut sekota dengan raksasa kota Turin yaitu Juventus. orang awam pun yang tidak tau sepak bola, mana mungkin tidak tahu klub tersebut . Tapi kalo Torino? Ada yang tahu tapi mungkin tidak sedikit juga yang masih asing. :)

     Setengah abad yang lalu, tepatnya pada tahun 1949 Torino menyisakan 1 laga yang kemungkinan besar akan dihabiskan Torino F.C dengan gelar ke 5 berturut-turutnya. Saat itu Torino adalah raja. 4 kali gelar beruntun telah di raih oleh klub berjuluk Il Grande Torino (Torino Terbesar) tersebut. Tak hanya itu klub besar seperti Juventus, AC Milan,Inter Milan maupun AS Roma bertekuk lutut dan selalu finish di belakang Torino. Dan perlu di ketahui, pada waktu itu  7 pilar dari squad timnas Italia pada waktu itu adalah pemain Torino F.C.
    
     Terdapat sebuah kabar bahwa kapten dari klub Portugal yaitu  Benfica, Francisco Jose Perreira akan gantung sepatu pada akhir musim 1948/1949. Ferreira sendiri adalah sahabat baik dari kapten Torino F.C.  yakni,Sandro Mazzola. Ferreira mengundang sahabat sekaligus orang yang paling dihormatinya dalam laga perpisahannya.

     “Aku ingin Torino menghadiri pertandingan terakhirku sebelum aku gantung sepatu. Kalian merupakan klub terkuat di Eropa. Aku yakin, dengan bertanding melawan kalian masyarakat akan berduyun-duyun datang ke stadion,” pinta Ferreira kepada Mazzola dalam suratnya. “Aku akan minta izin kepada Novo (Presiden Torino. Jika dia setuju maka aku akan datang ke pesta perpisahanmu,” jawab Mazzola dalam surat balasannya.

     Mazzola menyampaikan pesan tersebut kepada Presiden Torino F.C yakni, Ferrucio Novo bahwa mereka diundang dalam sebuah laga testimonial. Novo menyetujui permintaan tersebut, asalkan mereka tampil maksimal saat melawan Inter Milan yang saat itu terpaut 3 angka di bawah mereka dalam persaingan memperebutkan titel juara liga italia musim itu. Janji tersebut dipenuhi. Laga berakhir dengan skor 0-0, tetapi hal tersebut sudah cukup bagi mereka untuk memastikan gelar juara 5 tahun berturut-turut mereka.

     Pada Minggu, 3 Mei 1949, Mazolla dan Torino F.C berangkat ke Lisbon Portugal, untuk berduel dengan Benfica. Seperti yang diramalkan oleh Ferreira bahwa masyarakat akan berduyun-duyun datang ke stadium untuk menyaksikan pertandingan tim terbaik di Eropa. Pertandingan berjalan seru dan dihujani oleh banyak gol, dan Benfica keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3.

     Setelah memberikan pertandingan yang seru dan menarik kepada masyarakat Lisbon. Keesokan harinya, Mazzola dan Torino F.C pulang ke Italia dengan penumpangi pesawat jurusan Barcelona-Turin yang transit di Lisbon.

     Dalam perjalanan Pulang. Pesawat terbang normal. Sayang, saat tiba di langit Italia, hujan turun dengan deras. Badai datang menghantam. Sekitar Sore hari, radio bandara Kota Turin mendapat berita dari pilot pesawat bahwa cuaca sangat buruk. Awan tebal menyelimuti Kota Turin. Di daerah Superga, mata pilot hanya bisa menjangkau pada radius 40 meter.

      Pilot dan bandara saling melakukan  koordinasi dan saling mengabarkan bahwa cuaca di kota turin sangat buruk. Namun malang tak dapat di hindari. Sinyal pesawat menghilang, dan beberapa menit kemudian tersebar kabar bahwa terjadi kecelakaan pesawat di bukit bernama Superga, yang tak lain adalah pesawat yang di tumpangi oleh pemain serta Official dari Torino F.C.




Tanggal4 Mei 1949
Lokasi
Penumpang25
Awak6
Terluka0
Korban tewas31
Selamat0
Jenis pesawatFIAT G-212 CP
OperatorAvio Linee Italiane
AsalBarcelona-Turin
TujuanTurin
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/9/9a/Superganewspaper.png
http://www.goal.com/id-ID
http://www.goal.com/id-ID
      










         Pagi harinya, headline di koran-koran italia menampilkan kecelakaan mengerikan tersebut. Publik italia di rundung duka mendalam. Tak percaya bahwa klub terhebat se-eropa tersebut telah pergi meninggalkan mereka. Tak percaya bahwa pilar-pilar timnas italia telah meninggalkan dunia. Yang telah di ceritakan sebelumnya bahwa sebagian besar pilar timnas italia waktu itu di isi oleh pemain Torino F.C.

     Dan imbasnya, sampai sekarang Torino F.C tercecer menjadi klub papan tengah yang tak di perhitungkan. Laiknya angin yang bertiup, kejayaan Torino F.C hilang sekejap dengan Superga yang menjadi saksinya. 

     Begitulah Allah mencabut kejayaan Torino F.C. Allah mencabut kejayaan tersebut ketika masa keemasan mereka. Begitu pula Allah mencabut kejayaan-kejayaan kaum terdahulu. tentu menjadi introspeksi terhadap diri ini yang terlena oleh keberhasilan semu.

     Sungguh kita sebagai seorang muslim hendaknya bisa mengambil ibroh dari apapun yang terjadi. Termasuk terhadap tragedi superga ini. Bahwa kejayaan yang kita miliki hendaknya kita ingat bahwa semuanya hanyalah titipan dari Allah semata. Sungguh! Semua dari Allah, campur tangan Allah dan segalanya akan kembali kepadaNya. 

     Yap, begitulah, Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa bersyukur dan sadar diri ketika di beri kenikamatan, dan tentu senantiasa sabar ketika diberi cobaan. Nek jare mas said "Ojo Mblendrek" XD



Wallahu A'lam Bishawab


Abdurahman Al Faruq
Siswa SMA IT Nur Hidayah


id.wikipedia.org/wiki/Tragedi_Superga
www.goal.com/id-ID/